Berbagai Mitos Seputar Maag di Bulan Puasa yang Harus Diluruskan

30
Views

Bagi penderita maag, menjalankan puasa selama satu bulan penuh bukanlah hal mudah. Tidak sedikit dari mereka yang menghadapi kambuhnya penyakit tersebut di sela Ramadan dan membuat mereka kian kesulitan untuk menuntaskan ibadahnya. Jadi, tak heran kalau penderita maag kerap dilanda cemas kala Ramadan menjelang dan mencari cara supaya bertahan. Dari memilah makanan yang akan disantap sampai menyiapkan obat pereda maag.

Selain itu, masih ada sejumlah mitos yang berkaitan dengan maag dan puasa. Beberapa di antaranya dapat Anda simak di bawah ini.

  • Penderita Maag Dilarang Berpuasa

Ada dua jenis maag yang harus diketahui, yakni maag organik (diakibatkan kelainan pada lambung) dan maag fungsional (dipengaruhi faktor psikis). Penderita maag fungsional justru disarankan untuk berpuasa karena jam makan Anda akan lebih terkontrol, mengingat pola makan yang berantakan adalah salah satu pencetus penyakit tersebut. Tentu barengi pula dengan makanan-makanan sehat.

  • Jeruk Nipis akan Membuat Maag Kambuh

Rasa asam dari jeruk nipis acap kali menakuti para penderira maag. Pasalnya, mereka mengganggap bila asam dari jeruk nipis akan memicu maag. Nyatanya, di balik rasa asam tersebut, jeruk nipis justru bersifat basa saat tibadu lambung. Maka, dengan takaran yang tepat, jeruk nipis atau jenis jeruk lainnya akan menetralisasi lambung dari kadar asam berlebih.

  • Makan Banyak Menyehatkan Lambung

Sebagian orang menganggap makan banyak saat berbuka akan menyelamatkan lambung yang kosong selama berjam-jam. Padahal, tindakan ‘balas dendam’ tersebut malah akan meningkatkan kadar asam di lambung, apalagi kalau Anda makan banyak secara mendadak. Sebaiknya Anda makan dalam porsi kecil saat berbuka, lalu beri jeda selama 3-4 jam untuk makan santap malam.

  • Yoghurt akan Memicu Gejala-gejala Maag

Seperti jeruk nipis, yoghurt dianggap sebagai ‘dosa’ oleh penderita maag karena mengandung asam. Padahal, asam yang terdapat dalam olahan susu ini justru bagus untuk sistem cerna Ada. Adalah asam laktat, sejenis asam yang mampu menyembuhkan luka yang terdapat pada dinding lambung. Bakteri di dalam yoghurt juga akan menekan kadar Helicobacter pylori yang memicu kerusakan pada lambung.

  • Minum Susu Membuat Maag Kambuh

Susu kerap dihindari penderita maag karena sering memicu kekambuhan. Hal ini memang terjadi, tapi tidak semua penderita menghadapi masalah ini. Anda diizinkan minum susu saat puasa selama perut tidak dalam keadaan kosong. Anda juga disarankan untuk minum susu kedelai yang kaya akan isoflavon yang mampu menurunkan peluang munculnya gejala-gejala maag.

  • Maag Sukar Dikendalikan saat Puasa

Naiknya asam lambung secara drastis saat puasa membuat penderita maag kewalahan. Akan tetapi, bukan berarti maag sulit dikontrol. Anda dapat mengantisipasinya dengan makan obat pereda maag saat sahur. Obat-obat yang mempunyai waktu kerja selama 12-24 jam akan membantu Anda mengontrol maag. Hindari pula makanan dan minuman berkadar asam tinggi untuk mencegah maag kambuh.

  • Tidur Usai Sahur Baik untuk Lambung

Banyak yang mengira tidur setelah sahur akan membuat lambung nyaman. Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Langsung tidur seusai sahur malah akan mengantar makanan kembali ke kerngkongan dan menimbulkan rasa tidak enak pada perut. Jika kebiasaan buruk ini terus dilakukan, asam dari lambung akan memicu sensasi terbakar di bagian dada, leher, sampai wajah.

Semoga pelurusan dari mitos-mitos seputar puasa dan maag ini akan membuat puasa Anda berjalan lancar dan aman.

(30)

Berbagai Mitos Seputar Maag di Bulan Puasa yang Harus Diluruskan

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>