Belajar Parenting Anak Munif Chatib

94
Views

Belajar Parenting

Munif Chatib tentu bukan nama yang asing lagi. Sejumlah buku terbitannya sukses dan populer di pasaran. Salah satu buku terbarunya adalah “Parents Learn: Biarkan Anak Bertanya” dari Penerbit Kaifa. Dari judulnya terlihat buku ini menyajikan banyak pengalaman dan tips yang berhubungan dengan parenting. Beberapa point penting dari buku ini adalah:

  • Guru Kehidupan: Belajar Kehidupan dari Anak

Di awal bukunya, sang penulis mencoba mengajak kita untuk belajar kehidupan dari anak-anak. Bila dunia hanya diisi oleh anak-anak, tentunya tidak akan ada perang. Memang anak-anak usia dini kerap berebut mainan atau bertengkar dengan teman sebayanya. Akan tetapi, setelah beberapa menit mereka akan kembali akur tanpa menyimpan rasa dendam lalu bisa bermain bersama lagi. Anak-anak memang lebih mudah memaafkan. Lain halnya dengan orang dewasa.

Di dalam bukunya, kembali Munif Chatib mengajak orang dewasa harus belajar dari anak-anak. Mengapa? Sesuai dengan fitrahnya, anak-anak masih suci bebas dari dosa. Anak-anak yang masih senang menangis merupakan tanda kelembutan hatinya. Kegemaran senang bermain tanah menjadi tanda mereka tahu jati dirinya. Senang membangun kemudian merobohkannya merupakan tanda tidak cinta dunia. Tidak pernah menyimpan untuk besok menjadi tanda tawakkal kepada Tuhan Maha Pemberi. Meski terkadang anak didapati berkelahi namun tanpa dendam menjadi tanda sang pemaaf. Tak lupa penulis menyinggu dan mengulas tentang riwayat Rasulillah saw yang selalu menemui anak kecil ketika tengah bersedih.

  • Orangtuanya Manusia

Fakta di lapangan, kebanyakan orang tua jaman sekarang menginginkan anaknya menjadi orang sukses. Dengan pedoman dasar paling tidak “anakku harus seperti aku”. Tidak heran bila orang tua kerap memaksakan kehendak pribadi tanpa melihat kebutuhan sang anak. Padahal perlu disadari oleh para orang tua, meski anak adalah darah daging dan keturunan namun banyak pula anak yang memiliki bakat berbeda dengan orang tuanya.

Oleh karena itu, di dalam bukunya Munif memberikan tips parenting anak yang sangat bagus. Bila anak memiliki bakat sama seperti orang tuanya hal tersebut wajar karena merupakan keturunan. Akan tetapi, bila anak memiliki bakat yang berbeda dengan orang tua sekiranya tdak boleh ada paksaan yang membuat anak harus melakukan apa yang diinginkan orang tua. Tidak boleh ada paksaan agar anak sama seperti orang tuanya.

  • Golden Age

Seperti halnya dalam membangun rumah, maka dibutuhkan pondasi yang kuat. Adapun golden age atau usia emas merupakan pondasi bangunan untuk kehidupan mendatang. Golden age berlangsung dari 0-8/9 tahun. Usia ini menjadi masa pembelajaran yang terpenting.

Dari hasil penelitian diketahui perkembangan otak anak sama seperti membangun pondasi rumah. Dalam hal ini golden age menjadi pondasi yang persentase perkembangannya mencakup 80% dari total perkembangan otak. Sehingga bisa dibayangkan bila pondasi dibangun kuat, maka bangunan di atasnya tentu mampu berdiri kokoh. Point ini pun penting diketahui dalam parenting Indonesia.

(94)

Belajar Parenting Anak Munif Chatib

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>