6 Tips Menjadi Full Time & Career Mom

90
Views

Kebutuhan rumah tangga memang tidak dapat diprediksi, sekali waktu gaji bulanan suami cukup untuk mengcover kebutuhan rumah tangga tapi di waktu lain kebutuhan melonjak dan pengeluaran membengkak. Pastinya sebagai istri Anda ingin membantu mengatasi masalah finansial keluarga dengan cara bekerja. Pertanyaannya adalah, jika Anda juga memilih bekerja, apakah dengan bekerja kewajiban Anda sebagai seorang ibu rumah tangga akan tercover? Akan bersama siapa si anak nanti? Siapa yang akan mengurus rumah dan membersihkan ini itu?. Rumah kotor dan aktivitas anak yang tidak terkontrol adalah sumber bad mood yang membuat tidak nyaman saat pulang ke rumah selepas bekerja. Jika Anda sedang mengalami masalah ini, bisa coba 6 tips berikut yang akan membuat Anda menjadi super mom yang dicintai anak, dicintai suami, dan dicintai keluarga.

  1. Niat Melakukan peran ganda

Menata niat sejak awal itu penting, Anda bisa luruskan niat untuk membantu suami tanpa melalaikan tugas sebagai ibu rumah tangga. Niat yang ikhlas dan pekerjaan yang dilakukan tidak dengan terpaksa akan membuat Anda merasa happy saat menjalankannya. Selain itu, energy positif juga akan selalu Anda sebarkan baik di rumah maupun di tempat kerja. Secapek apapun Anda, tanamkan pada diri Anda sendiri bahwa “you are super mom, lalu tersenyumlah”.

  1. Mampu mengatur waktu

Menjadi super mom pastinya harus pandai dalam manajemen waktu. Sedikit yang harus dikorbankan adalah waktu istirahat. Jika sebelumnya setiap hari Anda bangun jam 5 untuk menyiapkan sarapan, cuci piring, cuci baju dan sebagainya. Mulai saat ini Anda bisa bangun lebih awal untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Saat jam ngantor tiba, Anda bisa langsung go dengan perasaan lega. Berapapun waktu luang yang Anda miliki, biasakan mengontrol keadaan di rumah entah dengan menelepon si kecil ataupun mengunjungi mereka di sekolah masing-masing.

  1. Mintalah dukungan keluarga

Saat seseorang tidak setuju dengan pilihan kita, yang sering dilakukan adalah mencibir atau memaki yang intinya membuat kita sakit hati. Sebelum memutuskan melakukan peran ganda, diskusikan terlebih dahulu dengan suami atau keluarga kita masing-masing, Jika mereka setuju, mereka akan memberikan restu sehingga saat ada masalah apapun ke depannya, kita akan jauh dari makian maupun sindiran yang membuat semangat kita down.

  1. Weekend untuk keluarga

Memiliki keluarga baru dengan anak super imut membuat kita menunggu saat-saat dimana kita bisa kumpul bareng. Keluarga dan senyum si kecil adalah obat rasa penat dan capek menjalani kedua peran sekaligus. Untuk itu, apapun tawaran pekerjaan yang Anda dapat sewaktu weekend, Anda bisa meninggalkannya dan lebih memilih bersama keluarga.

  1. Fleksible untuk menyelesaikan tugas rumah tangga

Perempuan dengan dua tangan tidak mungkin menyelesaikan semua tugas RT sekaligus dalam sehari, ditambah lagi dengan jam kantor yang ekstra ketat, boss killer, dan deadline yang bikin BT. Apapun tugas yang ada di rumah tidak hanya menjadi kewajiban istri tetapi juga suami. Lakukan negosiasi tentang hal ini terlebih dahulu sebelum memutuskan menjadi career and fulltime mom.

  1. Jangan mudah cemburu

Berikan kepercayaan sepenuhnya kepada pasangan Anda. Klarifikasi dengan cara yang baik jika ada masalah yang menyangkut keharmonisan rumah tangga. Jangan mengungkit sesuatu (baca: cerita romantisme) yang telah terjadi pada zaman dahulu. Cemburu menghabiskan energi dan juga merusak mood. Bekerja maupun menjadi ibu rumah tangga dengan rasa cemburu di dalam dada akan berdampak buruk pada rutinitas.

(90)

6 Tips Menjadi Full Time & Career Mom

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>